Paper – Analisis Kertajati Aerocity


Paper – Analisis Kertajati Aerocity

Anggota Kelompok:

Dini Karunia Alfaerdanta | 15412007
Euis Ratne Dewi Hidayat | 15412021
Dian Nur Elvandari | 15412059

Abstrak

Berdasarkan RTRW Kabupaten Majalengka, Kertajati Aerocity  merupakan kawasan yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas perkotaan yang  mendukung kegiatan  bandar udara yang terletak di Kecamatan Kertajati. Pembangunan Kertajati Aeoricity ini diharapkan mampu mendorong aktivitas aktivitas  sebagai Bandar Udara internasional di Jawa Barat. Kertajati Aerocity dibangun di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka dengan perencanaan seluas 3200 Ha dan 1800 Ha sebagai Bandar Udara Internasional di Jawa Barat. Kegiatan Kertajati Aerocity diharapkan dapat mendukung  aktivitas di bandar udara, menjadi daya tarik, serta memudahkan pergerakan dari dan menuju  bandar udara. Kertajati Aerocity direncanakan terbagi ke dalam beberapa kawasan. Kawasan di dalam Kertajati Aeorcity terbagi dalam area komersial lingkar utara, area pendidikan, kawasan pergudangan, area pemukiman, stadion olahraga, Majalengka spectacular, kawasan industri, hiburan, dan hotel.

Proses pembangunan Kertajati Aerocity sudah direncanakan dari tahun 2003 hingga sekarang. Proses awal dalam pembangunan, seperti uji kelayakan, uji AMDAL, uji lingkungan, dan uji teknis sudah dilakukan pada tahap pertama. Proses pembangunan terus berlangsung hingga sekarang dan sempat berhenti, hal ini disebabkan oleh berbagai permasalahan yang dialami dalam proses pembangunan. Isu strategis dalam perencanaan Kertajati Aerocity di Kabupaten Majalengka ini adalah “ Belum Siapnya Kelembagaan Dalam Hal Perencanaan dan Terhambatnya Proses Pembebasan Lahan Akibat Spekulan Lahan Sehingga Harga Lahan Tinggi”.

Isu ini muncul dari berbagai kajian permasalahan  dan potensi di Kabupaten Majalengka serta  pengamatan terhadap proses pembangunan Kertajati Aeorocity. Permasalahan dalam proses pembangunan Kertajati Aerocity disebabkan banyaknya  perubahan dari sisi perencanaan sebagai akibat dari perbedaan sudut pandang stakeholder, sulitnya pembebasan lahan, kurangnya persiapan pembangunan sisi darat, perbedaan pendapat antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat tentang pembebasan lahan (lahan yang baru terbebaskan baru sekitar 700 Ha dari total lahan yang dibutuhkan yaitu 5000 Ha), tingkat pendidikan penduduk rendah, banyak munculnya spekulan tanah, harga lahan tinggi, investor rendah minat, dan alih fungsi lahan pertanian.  Pembangunan Kertajati Aerocity ini akan menggusur 5 desa dengan jumlah masyarakat yang tergusur sebesar 48.113 jiwa.

Sementara itu, potensi yang terdapat di kabupaten Majalengka khususnya Kecamatan Kertajati adalah memberikan peluang investasi tinggi, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Majalengka serta membuka lapangan kerja. Penduduk mayoritas mata pencahariannya adalah  petani sehingga dengan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat mendukung aktivitas pertanian.

Berdasarkan masalah dan potensi, terdapat gap diantara keduanya, yaitu rencana untuk menumbuhkan perekonomian Jawa Barat dan Kabupaten Majalengka melalui investasi yang tinggi terhambat dengan harga lahan yang meningkat di kawasan yang akan dibangun Kertajati Aerocity. Hal ini terjadi karena banyaknya spekulan lahan yang menaikkan harga dan lemahnya kontrol dari pemerintah dalam hal penanganan masalah lahan. Harga lahan yang tinggi menyebabkan rendahnya minat para investor untuk berinvestasi di dalam proyek ini. Selain itu, alih fungsi lahan yang terjadi disebabkan oleh kebutuhan lahan yang sangat tinggi dalam pembangunan Kertajati Aerocity dan menyebabkan penggusuran lahan milik masyarakat untuk dibebaskan termasuk lahan-lahan sawah milik masyarakat, hal ini menyebabkan masyarakat akan kehilangan mata pencaharian dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani. Banyaknya perubahan sisi perencanaan, kurangnya persiapan pembangunan sisi darat, serta kurang terperhatikannya dampak-dampak yang mungkin terjadi pada penduduk, ekonomi dan lingkungan merupakan salah satu bukti bahwa proyek ini kurang disiapkan dengan matang dan kurang siapnya kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap proyek ini.

Berdasarkan hal tersebut isu yang muncul adalah “Belum Siapnya Kelembagaan Dalam Hal Perencanaan dan Terhambatnya Proses Pembebasan Lahan Akibat Spekulan Lahan Sehingga Harga Lahan Tinggi”.

Download Paper Versi Lengkap : Analisis Kertajati Aerocity

What is your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s