258/365 – Pride and Prejudice (2005)


pride-and-prejudiceTepat 11 tahun silam, film ini dirilis dan masih jadi film terfavorit sampai sekarang. Beberapa kali ditonton tetap menarik. Ini dia review atau sinopsis “Pride and Prejudice” menurut pendapat pribadi🙂

Ini salah satu  film favorit, sekaligus film yang bikin ngerasa pengen nyari kloningan si tokoh pria utama di dunia nyata. Haha. Film ini berlatar kehidupan masyarakat Inggris di abad ke 18. Kostumnya pun masih kayak di zaman Renaissance, aktrisnya pakai gaun panjang dengan pita dan renda yang manis. Dan aktornya  pakai kostum ala-ala penjajah, jas dan celana yang sering dipakai untuk berkuda *ngasal. Sinematografinya  indah dengan scenery pedesaan Inggris yang awesome. Dialognya bagus, aku suka banget denger aksennya orang Inggris ngomong, karena berirama dan jelas di kuping. Twist-nya bikin aku gregetan, gemes, sedih, senang, lucu, dan sebel. Aku suka hampir semua karakter tokohnya, terutama Mr. Darcy. Film ini termasuk aman untuk ditonton, karena gak ada adegan yang macem-macem *uhuk.

So, Pride and Prejudice menawarkan cerita cinta yang bernuansa romantis, dirilis pada tahun 2005 disutradarai oleh Joe Wright. Film ini merupakan adaptasi dari novel yang dengan judul sama karya dari Jane Austen tahun 1813 (aku malah belum baca novelnya). Film ini berkisah tentang cinta dan kehidupan masyarakat Inggris pada abad ke-18. Di zaman itu diceritakan bahwa pernikahan, etika, kesopanan, dan kekayaan adalah isu sosial di masyarakat.

Cerita dimulai ketika sebuah keluarga petani Bennet yang tinggal di pedesaan Inggris mengalami krisis keuangan. Ditambah lagi rumah yang mereka tempati akan beralih hak milik ke sepupu Mr. Bennet yaitu Mr.Collins sebagai warisan. Hal itu dikarenakan Mr.Bennet tidak memiliki anak lak-laki. Mr. Bennet memiliki 5 orang anak perempuan yang ceria dan cantik jelita, Jane, Elizabeth (Kiera Knightley), Mary, Kitty and Lydia. Sadar bahwa suatu saat nanti ia tidak bisa lagi menanggung kehidupan anak gadisnya, Mr. Bennet dan istrinya pun segera mencari akal untuk mencarikan calon suami untuk putri-putrinya.

pride_prejudice_2005_1024x768_527565

Datanglah berita baik bahwa seorang pemuda kaya yang bernama Charles Bingley, membeli Netherfield Park yaitu sebuah rumah mewah yang ada di desa mereka. Pemuda tersebut (Mr. Bingley) datang ke pesta sosial yang diadakan masyarakat untuk menyambutnya, ditemani oleh kakaknya Caroline dan sahabatnya Fitzwilliam Darcy (Matthew Macfadyen), si bangwasan plus tuan tanah. Pada acara itu Mr. Bingley dengan singkat jatuh hati dengan Jane yang cantik dan pemalu. Sementara itu Elizabeth yang bersifat terus terang, langsung memutuskan ia akan membenci Mr. Darcy karena sifatnya yang kaku dan arogan. Elizabeth tidak tahan dengan sifat Mr. Darcy yang ia anggap sebagai bentuk merendahkan harga dirinya sebagai wanita desa.

tumblr_mvutr2jAIW1scxbbjo1_500

Di kesempatan lain Mr. Bingley mengundang masyarakat desa untuk berpesta sosial di kediamannya. Mr. Bingley tidak bisa melepaskan pandangannya dari Jane. Di lain pihak, Mr. Darcy diam-diam menaruh perhatian pada Elizabeth yang ia anggap sangat terus terang untuk ukuran seorang wanita desa. Mr. Darcy meminta kesempatan untuk berdansa dengan Elizabeth sekaligus untuk memperbaiki kesalahannya di pesta sebelumnya. Alih-alih mendapatkan nuansa romantis yang terjadi malah perang mulut antara Mr. Darcy dan Elizabeth. Hubungan Elizabeth dan Mr. Darcy pun semakin memburuk. Ditambah lagi Elizabeth mendengar begitu banyak rumor yang beredar tentang sifat buruk Mr. Darcy, kebenciannya pun bertambah.

Sementara itu, Nyonya Bennet bersuka ria melihat pendekatan yang dilakukan oleh Mr. Bingley kepada Jane. Ia berharap Jane akan segera menikah dengan Mr. Bingley yang kaya raya dan terhormat. Tentunya, hal ini akan mengangkat derajat keluarga Bennet di masyarakat. Namun, Mr. Collins ‘sang pemilik harta warisan mereka’ datang ke kediaman keluarga Bennet dan menyatakan ingin menikahi Jane. Mr. Collins adalah seorang pendeta yang kehidupannya dibiayai sepenuhnya oleh seorang bangsawan, Lady Catherine de Bourgh. Nyonya Bennet tentu saja menolak, mana mungkin ia melepaskan kesempatan bagus yang dimiliki Jane untuk menikahi orang kaya. Jadilah Nyonya Bennet menawarkan Elizabeth yang ia anggap ‘belum laku’ untuk dijadikan istri oleh Mr. Collins.

Betapa terkejutnya Elizabeth ketika Mr. Collins melamarnya, serta merta ia menolak lamaran tersebut. Ia tidak berharap menikah secepat itu, ditambah lagi Elizabeth memimpikan pernikahan yang dilandasi cinta, bukan hanya untuk mendapatkan kekayaan, kehormatan, ataupun sekedar menyelamatkan keuangan keluarganya. Nyonya Bennet begtu marah kepada Elizabeth yang dianggap keras kepala dan tidak sayang pada keluarga.

Diantara kebimbangan dan rasa bersalah, Elizabeth semakin sedih karena Mr. Bingley telah pindah ke kota meninggalkan Netherfield Park. Itu berarti harapan keluarga Bennet untuk menikahkan salah satu putrinya dengan orang kaya pun pupus. Jane patah hati, berduka dan pergi menenangkan diri ke London. Kejutan baru datang, Elizabeth memperoleh kabar dari sahabatnya Charlotte Lucas yang akan segera menikah dengan Mr. Collins. Bagi Charlotte, meskipun Mr. Collins adalah pria yang aneh dan tidak tampan tapi yang ia butuhkan hanyalah seorang suami yang bisa memberinya perlindungan, kehidupan yang layak dan status. Elizabeth merasa kosong, Jane tidak jadi menikah dan ia pun tidak tahu akan menikah dengan siapa lagi.

There is no earthly reason why I shouldn’t be as happy with him as any other. Not all of us can afford to be romantic. I’ve been offered a comfortable home and protection. There’s alot to be thankful for – Charlotte Lucas.

Sebulan kemudian, Elizabeth mengunjungi kediaman si pengantin baru Charlotte dan Mr. Collins di daerah Rosings. Tak disangka Lady Catherine de Bourgh mengundang mereka untuk makan malam. Lebih yang tak disangka lagi ia bertemu dengan Mr. Darcy yang ternyata keponakan dari Lady Catherine. Saat itu Mr. Darcy ditemani Kolonel Fitzwilliam. Kolonel Fitzwilliam mengatakan bahwa Mr. Darcy adalah seorang yang setia kawan dan membuat temannya Mr. Bingley terlepas dari pernikahan yang buruk. Betapa terkejutnya Elizabeth mendengarnya, ternyata Mr. Darcy adalah orang yang membuat kakaknya Jane dan Mr. Bingley berpisah. Kebencian Elizabeth kepada Mr. Darcy menggunung.

tumblr_mvr0iszuP41r2w59go1_500Another surprise, Mr. Darcy dengan lantangnya mengatakan ia mencintai Elizabeth setulus hati, dan meminta Elizabeth menikah dengannya. Mr. Darcy tidak peduli dengan perbedaan status mereka, ia tidak peduli akan keluarga Elizabeth yang kadang tidak sopan, tidak tahu malu dan selalu mengejar laki-laki kaya dengan koneksi yang bagus. Elizabeth murka, harga dirinya seakan tercoreng. Ia menolak lamaran itu dan mengungkapkan semua keburukan yang ia dengar tentang Mr. Darcy. Baginya Mr. Darcy akan jadi suaminya jika sudah tidak ada laki-laki lagi di muka bumi. Mr. Darcy marah dan sekaligus patah hati, ia pergi meninggalkan Elizabeth dengan sepucuk surat. Surat yang menjelaskan tentang berbagai rumor dan prasangka Elizabeth yang dituduhkan kepadanya. Sepucuk surat itulah yang menyadarkan Elizabeth, bahwa selama ini dirinya-lah yang buta…

My affections and wishes have not changed, but one word from you will silence me forever. If, however, your feelings have changed, I will have to tell you: you have bewitched me, body and soul, and I love, I love, I love you. I never wish to be parted from you from this day on – Mr. Darcy.

tumblr_mtdpaxGkC21sahq9mo1_500

Trus, ending filmnya gimana? Coba tonton sendiri ya biar penasaran. Btw, film ini punya banyak versi, tiap versi endingnya beda-beda, jadi endingnya suka-suka tiap sutradara. Untuk Pride and Prejudice yang versi ini, gue suka sama endingnya. Gue gemes sama karakter Mr. Darcy yang dibawain sama Matthew MacFayden ini. Aktingnya bagus lho, tapi kok namanya jarang disebut ya? Matthew cocok banget meranin karakter Mr. Darcy yang arogan, kaku, angkuh tapi malu-malu kucing. Banyak yang bilang dari beberapa versi Mr. Darcy, dia yang paling bagus meraninnya. Salut deh sama cowok-cowok Inggris zaman dulu. Begitu mereka jatuh cinta, mereka nggak sekedar nawarin cinta, tapi juga  pernikahan. Itu baru gentleman! Tokoh Elizabeth sendiri aku ngerasa pas dimainin sama Kiera Knightley. Cocok dengan kecantikannya yang klasik khas wanita Inggris.

Gue juga terhibur banget sama karakter yang ada di Keluarga Bennet, kerasa banget keluarga mereka sangat hangat walaupun miskin. Nyonya Bennet nih, karakter yang menghidupkan suasana. Kocak sekaligus nyebelin. Sebesar apapun ambisinya agar putri-putrinya segera menikah. Pas menikah malah mewek, katanya rumah bakalan terasa sepi kalo salah satu anaknya pergi, truly motherly. Aku ikut ngerasain perasaan tokoh Nyonya Bennet yang kadang susah dimengerti itu nyata banget. Ngeliat karakternya Nyonya Bennet aku jadi sadar, pantas kalo ibu-ibu doyan ngomel, soalnya mereka itu detail, semua dipikirin, semua dicemaskan, semuanya pengen diurusin. Berasa tertekan dan ujungnya ngomel-ngomel. Tapi omelan ibu itu tanda sayang, ikhlas deh diomelin *ting keinget mama.

Yang pengen nonton cek trailernya ya sekalian

Overall, film Pride & Prejudice ini bagus. Jadi pesan disini : janganlah kesombongan/gengsi dan prasangka buruk yang belum tentu benar membuatmu salah menilai orang, bisa saja orang itu adalah jodoh kamu😛

♥ ♥ ♥,

pinkvsgrey

What is your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s