Cari Kaset Jadul atau Vinyl Langka di Bandung? DU 68 Salah Satu Jawabannya!


Selamat siang Readers,

Buat yang hobinya mengoleksi album-album terbatas dari musisi-musisi kesayangannya (terutama yang jadul alias jaman dulu), baik kaset, bahkan vinyl atau piringan hitam, bisa banget nih nongkrong di DU 68 Musik. Lokasinya di Jl. Dipati Ukur no.68, Bandung.

Selain berwisata di Bandung, di tempat ini kamu bisa cari-cari barang yang udah lama dicari-cari, barang langka, ataupun yang udah lama banget keabisan stock di tempat CD konvensional. Sebagian besar emang barang-barang second, sih, tapi ada juga yang baru-baru, termasuk juga vinylnya.

Rata-rata vinyl yang dijual merupakan vinyl-vinyl musisi era 1970-an sampai 1990-an akhir. Buat CD dan kaset biasanya diberi harga dari 30-100ribu, tergantung musisi yang dicari, baik lokal maupun internasional.

Eits, bukan cuma itu saja PVG juga pernah singgah dan “bertamasya” ke DU46. Jadi begini ceritanya…

Temen PVG ada yang baru dikasih turntable sama pamannya. Dia minta temenin PVG nyari dan beli vinyl — alias piringan hitam — supaya bisa ngejalanin turntable nya sembari denger lagu2 jadul kesukaannya. Setelah cari-cari di internet, dia nemu info kalau di Bandung ada toko khusus yang jual vinyl. Ternyata letak toko yang dimaksud deket banget dari kampus PVG :bete

Toko yang PVG maksud adalah Toko Musik DU 68

Dinamakan DU 68 karena toko ini berada di Jalan Dipati Ukur (DU) nomer 68. Toko DU 68 ada di lantai 2nya sebuah ruko 2 lantai. Hati-hati kelewatan soalnya toko ada di lantai 2 dan nomer toko/ruko/kios yang ada di sepanjang Jalan Dipati Ukur emang agak gak beraturan. Nah, nomer 68 itu adanya di sebelah kiri — kalau dari arah Simpang Dago — dan di sebelah kanan — kalau dari arah pintu utama Kampus Unpad — jalan. Letaknya juga persis di seberang SPBU Pertamina Dipati Ukur.

Di depan toko ada spanduk yang udah agak usang gitu, tulisannya D.U. 68 MUSIK, warnanya biru. Oh iya, buat yang bawa mobil mending parkirnya di Alfamart sebelah SPBU Pertamina atau sekitaran situ. Lahan parkir di depan ruko toko DU 68 dan sederetannya suka penuh sama motor dan angkot ngetem, jadi sangat gak memungkinkan buat parkir mobil. Tangga buat naik ke lantai 2 ruko ada di depan Toko DU 68 persis. Jadi setelah naik tangga langsung bisa masuk ke dalam tokonya

8de531ae-ef2e-435f-acda-699e3bbcabdf_zps

Spanduk tampak belakang & SPBU Pertamina DU diliat dari toko DU 68

Begitu menginjakkan kaki ke dalam tokonya, PVG sadar ternyata di toko ini gak cuma ada vinyl aja tapi juga ada cd dan kaset yang berasal dari berbagai jaman. Pemilik toko adalah seorang laki-laki yang PVG kira masih berumur 30-an tapi ternyata udah 44 tahun. Namanya adalah Irham Vicky. Perawakannya agak gempal dan pakai kacamata. Diliat dari mukanya Kang Vicky ini, PVG pikir dia lebih cocok jadi pemilik toko komputer.. wkwkwk sok tau:D

Tapi ternyata kecintaannya sama musik bisa diliat dari betapa sibuknya dia ngulik2 turntable miliknya, ngelap2 vinyl, bersihin cover kaset, dkk. Selain itu, dia selalu bisa jawab tiap ada pengunjung yang nanya koleksi musik nya penyanyi siapa, tahun berapa… Jempolan:oke

2244f09c-ba58-4aac-a92f-034dec9a7b5a_zps

Suasana toko DU 68

Jumlah dan koleksi vinyl di toko DU 68 ini cukup banyak dan lengkap. Ada yang ditaruh di dalam box di lantai, ada yang di rak. Semuanya juga udah diklasifikasikan sesuai dengan genre (rock, pop, dsb). Tinggal cari aja sesuai sama yang pengunjung mau. Kalau ada vinyl/kaset/cd spesifik yang mau dicari tapi gak ketemu, langsung tanya aja ke Kang Vicky. Dia udah hapal mati letak koleksi musiknya.

 Gak cuma band-band atau penyanyi lawas asal luar negeri aja yang ada vinyl nya, band-band dan penyanyi lawas asal Indonesia kayak Koes Plus, Krakatau, Waljinah, Tetty Kadi, Benyamin S., dsb, ada semua. Kalau ngomong soal harga, emang sangat beragam. Harga kaset mulai dari 10 ribu – 30 ribu rupiah. Harga CD dari 25 ribu – 100 ribu rupiah. Sedangkan harga vinyl dari 50 ribu – jutaan rupiah. Semakin langka kaset/vinyl, semakin mahal harganya. Apalagi kalau band atau penyanyi yang legendaris. Tetty Kadi yang lumayan banyak vinyl nya harganya antara 50 – 75 ribu per pcs. PVG liat tumpukan vinyl Koes Plus, rata-rata harganya 100 ribu keatas.

81407dc7-585f-4c51-90a1-33e42757238d_zps

Vinyl Tetty Kadi

Pas PVG tanya ke Kang Vicky kenapa harga vinyl Koes Plus mahal, dia bilang sekarang udah susah banget cari vinyl Koes Plus. Mungkin tumpukan itu koleksi terakhir yang dia punya. Itulah kenapa harganya mahal. TS juga sempet nanya toko DU 68 ini dapet pasokan kaset, cd, dan vinyl, darimana. Karena toko DU 68 ini konsepnya jual-beli, jadi beberapa item Kang Vicky terima dari pengunjung yang jual koleksi mereka. Kadang Kang Vicky hunting kemana, nemu yang oke dan dia beli buat dijual lagi. Yang paling menarik pas Kang Vicky bilang kalau dia juga kadang dapet vinyl langsung dari penyanyi atau band nya itu sendiri. Jadi si band atau penyanyi tersebut dateng ke Toko DU 68 buat jual vinyl mereka. Woooowww  :o Kang Vicky cerita siapa aja yang pernah dateng ke toko ini tapi PVG lupa  :blink:

0850baa7-3b01-482a-93f9-8dfaec405199_zps

Koleksi kaset-kaset lawas (Kaset Akademi Fantasi Indosiar pun ada  :P)

Temen PVG rencana awal mau beli vinyl lagu-lagu dari Brazil, Tetty Kadi, Chrisye, atau Guruh Gipsy. Yang dari Brazil koleksinya kurang lengkap, yang Tetty Kadi komposisi lagu-lagu tiap vinylnya kurang pas. Yang Guruh Gipsy cuma ada kasetnya aja. Nah yang Chrisye ada tapi gak dijual sama si Kang Vicky. Dia jadiin koleksi pribadi. Terbukti kan kecintaan dia sama musik? Rela gak dijual demi dijadiin koleksi pribadi huhuhu!

Jadi hasil akhirnya, temen TS beli kaset Guruh Gipsy (15.000) dan CD kompilasi (50.000). Kalau PVG sebenernya gak pengen cari apa2 tapi dibujuk temen PVG + Kang Vicky buat beli dvd film 3 Dara. Film drama musikal tahun 1956 ini ceritanya menarik dan sangat bagus untuk film jaman dulu. Bahkan sekarang film ini mau ada pembuatan ulangnya. Jadi lah PVG beli dvd film 3 Dara tapi belum sempet ditonton. Nanti kalau udah ditonton, PVG ceritain  ^_^ Oh iya, cd atau dvd film yang ada di Toko DU 68 gak selengkap koleksi musiknya ya Readers… cuma ada film-film tertentu aja.

Seperti kata Kang Vicky, jumlah vinyl dimanapun udah makin sedikit. “Kalau di sini, sih, ya cepet-cepetan. Siapa yang duluan dateng, ya dia yang dapet. Tapi bisa juga mesen di kita, tapi buat waktu ngedapetinnya ya tergantung,” kata Kang Vicky.

Penjual vinyl Di Bandung juga makin susah ditemukan. Kalau gitu gak heran kenapa Toko DU 68 selalu ada aja pengunjungnya. Kang Vicky pun bilang kalau pembelinya gak cuma warga Bandung aja tapi warga luar Bandung bahkan luar Indonesia. “Ada seorang pelanggan tetap yang berasal dari Jepang. Saya kirim vinyl ke dia nya by mail,” kata Kang Vicky. Salut deh :D

Ada yang mau coba hunting di sini?

♥ ♥ ♥,

PINKVSGREY

What is your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s