51/365 – Pembeng(kaka)kan Liburan


Halokembali lagi bertemu dengan saya orang yang tidak ada bosannya dengan kamu. Iya kamu. Kamu yang lagi baca tentunya :”)

Kali ini gue mau bercerita tentang liburan harpitnas (read: hari kejepit nasional) kemarin.

P.S. saya tidak merayakan hari raya umat tionghoa ini walaupun demikian banyak teman yang tetap mengira saya merayakannya heme .-.

Mulanya hari jumat saya dengan gontai ke kampus dan dating agak siangan soalnya matkul pertama mulai jam 9 pagi. Saya piker karena banyak kakak tingkat yang lagi survey studio kota dan studio infrastruktur transportasi (tersebar di 3 tempat yakni kota Banjar, Kota Tasik, dan Kabupaten Pangandaran). Sebenernya lumayan banyaak kakak tingkat yang masih mengambil matkul MAP (Metode Analisis Perencanaan, istilah semacam ilmu statistika sosial PL). selain karena ada survey studio, teman-teman saya banyak yang balik ke ‘rumah’ alias pulang kampong karena harpitnas ini. Karenanya tidak heran kelas sangat sepi hari itu. Saya jujur saja tidak berharap ada kuiah hehe. Ternyata harapan tinggal harapan. Dan dosen pun masuk ke kelas tanpa tedeng aling-aling langsung membuka slide kuliah dan melanjutkan materi seperti tidak terjadi apapun.

Teme flies, saya pun harus mentoring agama dulu dengan kelompok 33 AAEI (Asisten Agama dan Etika Islam) di selasar CC TImur. Saya merasa sangat excited dan pengen segera bertemu dengan mentor yang bernama kak Zeta dan temna-teman dari jurusan lain. Maklum saya mulanya ingin ‘melepas’ MKDU ini tapi gak jadi deh soalnya ada satu dan lain hal jadi saya mengikuti placement test menting di akhir-akhir pendaftarn dan saya berakhir terdampar di kelompok paling bontot ini. Sebenarnya saya sangat senang bertemu teman-teman atau orang-orang baru dengan watak jurusan yang berbeda—beda. Dan saya ternyata Cuma satu-satunya anak PL di kelompok itu. Ya sudahlah. Life must go on. Saya piker akan sangat menjemukan ternayta mereaka sangat asik dan pinter bercanda juga. Jadi dikelompok itu ada 3 orang anak FSRD (termasuk mentornya), 2 orang STEI, 1 orang KL, dan saya, seorang PL). Mentoring selesai dan saya harus buru-buru balik ke kelas soanya bakalan ada kuliah lagi.

Jadi sampailah jam 1 ada matkul favorit saya, yaitu Ekwilkot (read: Ekonomika Wilayahdan Kota). Saying sekali banyak teman yang tidak hadir dan melewatkan materi-materi menarik dengan perhitungan dan rumus yang lumayan juga heheh… Kebanyakan teman sekelas tidak menyukai matkul ini selain karena banyak tugas juga harus stay and keep in touch dengan lapotop. Kalau tidak membawa laptop ke kelas kayaknya bakalan ngantuk dan wasting time. Saya sih justru sebaliknya sangat menikmati matkul ini. Ekwilkot punya jatah 3 SKS alias seharusnya kuliah mimbar 3×50 menit tapi selama ini pak Yogi Cuma mengajar di kelas bersih selama 2 jam teng. Menurut saya sih itu batasan wwaktu mengajak yang pas juga sebab kalau dipaksa sampai 150 menit, anak-anak bakal keburu tepar, ngantuk, dan lesu hehehe…. Kebayangkan berkutat dengan angka selama itu lebih lama dari belajar matematika alias kalkulus pas jaman TPB dulu (read: Tahap Paling Bahagia eh becanda deng singkatnya ini Tahap Persiapan Bersama). Kelas ekwilkot tidak terasa sudah berakhir diakhiri dengan pemberian tugas (lagi) yang seperti biasa harus dikerjakan secara berkelompok. Kelompok kami sangat garcep(read: gerak cepat) soalnya banyak yang gak betah kalau berlama-lama mengerjakan dan harus ketemuan lagi. Jadi kami selalu kerja setelah kelas dan setelah jajan. Maklum lapar dan mepet sholat Ashar. Singkat cerita tugas ekwilkot beres dan sudah dikirim ke pak Yogi via email.

Saya memutuskan untuk cepat pulang soalnya pala Barbie pusing dan ngantuk juga.

Saya sampai ke rumah sekitar satu setengah jam perjalanan dengan menggunakan 2 angkot, angkot Caheum-Ledeng dan Caheum-Cileunyi. Biasa ke Ujung berung itu memang menguras jiwa raga dan dompet hehehe…

Sesampai di rumah badan saya emang sudah sangat lelah dan leuleus gak tau kenapa. Jadi saya memutuskan membuat susu. Jarang-jarang sih saya minum susu.

Kemudian saya tidur cepet sekali jam 9 udah teller sambal menemani adik bungsu saya tidur.

Lima menit kemudian saya udah ada di alam mimpi hoho

.

.

.

.

JAM 3 DINI HARI

Saya terbangun dengan merasa sedikit panas dan gatal di leher dan telingan saya. Saya piker ini masih mimpi, soalnya telingan dan leher saya membengkak dan berwarna merah. Bengkak?! Bengkak sekali dan gatal serta panas-panas aneh.

Saya tidur lagi. Mungkin bakal lebih baik kalau istirahat. Duga saya.

Ternyata saat bangun hari sabtu jam 5 subuh saya tambah bengkak dan memerah di bagian baddan dan leher. Untung wajah saya tidak menunjukkan gejala demikian. Soalnya hari ini rencananya saya bakalan ikut tes jurnalis kampus. Dan saya inginnya sih tampil prima.

Saya terpaksa tidak menceritakan gejala badan saya yagn agak aneh ini. Saya berjanji setelah tes nanti akan cerita. Soalnya saya tahu kalau anaknya sakit sedkit saja ortu, umi-ayah, akan melarang anak-anaknya ke luar rumah.

Saya keukeuh berangkat tes jam 7 pagi dari rumah. Tes dimulai jam 9 teng dan saya sudah stand by di kampus setengah jam lebih awal. Semoga semuanya berjalan lancar.

Tes dimulai dan saya gatal-gatal. Mungkin orang yang duduk di samping saya bakalan keheranan. Sayaa tahu dari gelagat dan mata mereka. So sory, guys!

Saya pulang ke rumah jam 2 siang dan keadaan kesehatan saya makin buruk semua badan terasa tebal, gatal, merah, dan panas.

Saya akhirnya cerita ke orang tua dan adik-adik. Rupanya saya terkena kaligata. Penyakit dari arah yang alergi kalau terkena suatu senyawa atau protein tertentu. Pantas saja setelah minum susu saya terkenal gejalanya.

Saya disuruh beristirahat, tidur, dan diurut. Saya sih seneng-seneng aja bisa tidur. Tapi sewaktu bangun semua badan saya bengkak dan persis bengkak gajah mada. Walaupun saya jujur gak tau gajah mada seperti apa.

Agak sedih dan malu juga sih dengan penampakan diri sendiri hihi. Tapi apa daya dan upaya. Terlebih saya sakit para di saat harus mengerjakan banyak tugas seperti laporan, pr, kuis, dan ujian kecil. Dalam seminggu ke depan. Jadi kalau tidak dicicl sewaktu liburan bisa keteteran terlebih yang ngambil matkul studio harus lebih banyak melowongkan waktu untuk sikon yang tidak terprediksi seperti asistensi dan presentasi, serta zona awal.

Ya begitulah. Saya sakit dan harus survive.

Saya tetap memaksakan diri untuk mengerjakan tugas di badai gatal ini hihi.

Alhasil saya selesai mengerjakan tugas hanya dalam waktu 6 jam wah kemajuan pesat biasanya saat sehat saya bisa menyelesaikan 8-10 jam. Luar biasa. Alhamdulillah.

Begitulah peristiwa pembeng(kaka)kan selama liburan kemarin. Semoga liburan kalian menyenangkan. Terima kasih tidak terhingga untuk ayah yang selalu mengurut setiap malam, dan membacakan doa untuk semua minuman obat-obat herbal buatan umi, makasih untuk umi yang selalu bisa diandalkan dan memasak makanan veggie untuk anaknya. Beneran loh saya jadi vegetarian selama sakit. Gak kebayang ya kalau jadi veggie beneran saya masih suka daging hehe, makasih untuk adik-adik yang selalu mentertawakan kakaknya heheh dan bisa membuat saya sealu ceria di kala sedih dan tertekan hoho. I love you!

banyak-banyak bersyukur ya guys selagi sehat dan kuat. jaga kesehatan badan kalian dan jangan zalimi badan kalian juga ya🙂

keep healthy

Regards,

pinkvsgrey

What is your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s