pinkvsgrey


Sebetulnya saya tidak bermaksud membuat blog ini bergaya kebarat-baratan hanya karena kebanyakan posting yang saya (kebetulan) published berbahasa asing. Saya tetap cinta negara saya, tanah air saya, bahasa Indonesia, basa Sunda, bahaso Sumatra, dan hal-hal lain yang terjadi di kehidupan saya sehari-hari.

Entah mengapa kebanyakan yang ‘mengintip’  blog ini kebanyakn orang asing. Ya sudah deh, saya putuskan untuk mempublikasikan baik itu kejadian-kejadian yang sudah saya alami, impian yang ganjel, dan terkadang hal-hal nyeleneh ke dalam bahasa asing tadi (semacam ditranslate begitu).

Bukan gaya-gayaan.

Cuma mencoba membuka dan berbagi wawasan ke orang lain, siapapun, dimanapun, dan kapapun.

Mengenang (kok sedih gini arah pembicaraannya) sebulan sudah blog ini beredar di dunia maya (kalau kata guru tempat les bilang kalau bayangan maya pasti tegak dan biasanya diperbesar kaya mikroskop dan alat optik sejenisnya. Memang kali ini saya sepaham dengan kalian, tulisan sebelumnya tidak nyambung sama sekali dengan topik pembicaraan alias kalimat sumbang dalam paragraf kalau-kalau ada guru bahasa Indonesia yang lagi seliweran di sini hehe), saya membuat sedikit tulisan mengenai asal mula blog ini🙂

Sedikit cerita kenapa saya pakai nama pinkvsgrey

Suatu hari (ceritanya mau ngedongeng panjanggggg…) sewaktu saya masih duduk di bangku SMA, saya sering ke perpustakaan (sebetulnya bukan karena saya seorang kutu buku, kutu busuk apalagi kutu rambut yang suka buat gatel kepala anak-anak SD hihhh jijik, hanya saja pelajaran di ruang kelas terkadang sangat membosankan dan membuat saya jenuh. Sumpah mager (re: males gerak) buat keluar perpus yang nyaman dan adem ini) untuk membaca novel teenlit atau majalah. Tanpa saya sadari sedari dulu ada majalah gretongan (read: gratisan) yang melambai-lambai pingin diladeni. Bukan majalah juga  sih tapi menurut segelintir orang yang saya tanya di perpus (karena saat itu jam pelajaran masih berjalan dan tidak ada murid yang duduk-duduk manis di perpus, terpaksa deh saya bertanya ke petugas perpus yang paling muda dan paling cantik karena ia satu-satunya wanita selain saya pada waktu itu) menurut teteh (read: kakak perempuan bahasa Sunda) itu majalah gratis yang dikasih dari siapa-gitu-namanya.

Saya mulai membaca dan membuka halaman demi halamannya ternyata ada rubrik khusus mengenai artist yang membuat cover majalahnya, kalau tidak salah nama alter-ego-nya pinkversusblack. Menurut pendapat saya pribadi, doi memang pandai dan ciamik memadukan warna-warna feminim terbukti dengan bermunculan warna-warni pastel yang terkenal dengan kelembutannya. Saya tertarik dengan sang artis tersebut dan memutuskan membuat sedikit sentuhan dan perubahan makna dari sebelumnya alter-ego-nya menjadi nama blog yang mudah-mudahan ciamik pula merangkul berbagai gagasan di kepala saya. Hehe….

Sebagai penutup sedikit sentilan nama dari blog tercinta saya ini

Gimana menurut pendapat kalian? Bagus kah???

pinkgreyori.jpg

pinkvsgrey

“sering terjadi konflik di sekeliling tapi entah mengapa konflik dan letupan itulah yang membuat hidup saya hidup”

filah a.k.a. pinkvsgrey

What is your opinion?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s